SMA Kesatrian 2 Gelar Sosialisasi Bahaya Narkotika dan Anti Bullying, Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman

SEMARANG – Untuk menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying maupun penyalahgunaan narkotika, SMA Kesatrian 2 Semarang mengadakan kegiatan sosialisasi bahaya narkotika dan anti bullying di Aula SMA Kesatrian 2 Semarang pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan mencegah tindakan perundungan serta penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang membawakan dua materi sekaligus, yaitu bahaya penyalahgunaan narkotika dan pentingnya membangun budaya saling menghargai untuk mencegah tindakan bullying. Pada sesi pertama, narasumber memaparkan dampak buruk narkotika bagi kesehatan, masa depan, serta cara mengenali dan menolak ajakan penyalahgunaannya. Pada sesi berikutnya, peserta didik diajak memahami berbagai bentuk perundungan yang perlu diwaspadai, mulai dari bullying fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying yang terjadi melalui media digital.

Melalui sosialisasi ini, para peserta didik diajak untuk lebih memahami bahwa setiap individu berhak memperoleh rasa aman dan nyaman selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah, sekaligus memiliki kesadaran untuk menjauhi narkotika. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang dapat diambil apabila mereka mengalami atau menyaksikan tindakan bullying, baik di lingkungan sekolah maupun di dunia maya, serta cara bersikap apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika di sekitar mereka.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif seluruh warga sekolah untuk saling menjaga dan mendukung satu sama lain, sehingga tercipta lingkungan belajar yang sehat, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, dan penyalahgunaan narkotika.

bullying

SMA Kesatrian 2 Semarang berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif semacam ini secara berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang sehat, berkarakter, peduli, dan saling menghormati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *