SEMARANG – Menghadapi fase transisi krusial di tingkat sekolah menengah atas, SMA Kesatrian 2 Semarang sukses menyelenggarakan kegiatan talkshow edukatif bertajuk “Kenali Potensi Sejak Dini, Petakan Langkah Menuju Masa Depan”. Kegiatan yang berlangsung secara interaktif di lingkungan sekolah ini dirancang khusus untuk membedah urgensi hasil tes bakat, minat, dan kepribadian bagi siswa kelas X sebagai landasan perencanaan akademik dan karier yang matang. Talkshow ini merupakan rangkaian dari Tes Bakat Minta Siswa kelas X yang sudah dilaksanakan sebelumnya ketika Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Acara yang dinantikan ini dipandu secara dinamis oleh M. Teguh Satriyo, guru Bahasa Indonesia SMA Kesatrian 2 Semarang selaku moderator. Ketangkasan moderator dalam menghidupkan suasana membuat diskusi panel antara pihak manajemen sekolah, praktisi psikologi, dan ratusan orang tua murid yang hadir berjalan sangat hidup, edukatif, dan penuh bobot informasi.

SMA Kesatrian 2 Semarang menghadirkan dua narasumber utama yang berkompeten di bidangnya. narasumber pertama adalah Maryusis, S.Pd., M.Si., Kepala SMA Kesatrian 2 Semarang yang mengantongi rekam jejak panjang selama 18 tahun sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Sementara dari sudut pandang klinis dan industri, pihak sekolah menggandeng Paloma Paramita, M.M., M.Psi., Psikolog, seorang psikolog sekaligus asesor profesional dari Growth Talent Management yang berpengalaman luas sebagai associate di berbagai instansi raksasa nasional seperti PLN, Pertamina, OJK, Kompas Gramedia, hingga BKPP Pemkot Semarang.
Dalam pemaparannya, Kepala Sekolah Maryusis, S.Pd., M.Si., menekankan bahwa kelas X sering kali menjadi titik krusial di mana siswa mengalami kegamangan dalam memetakan potensi diri mereka sendiri. “Tes Bakat Minat ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan pertimbangan strategis sekolah untuk menyediakan kompas akademik yang presisi. Kami ingin siswa melangkah dengan keyakinan penuh tanpa dibayangi keraguan salah memilih fokus studi lanjutan,” tegas Maryusis di hadapan para wali murid.

Memasuki sesi pendalaman metodologi, Paloma Paramita, M.M., M.Psi., Psikolog, mengupas tuntas tiga aspek utama yang diujikan dalam asesmen, yakni kognitif, kepribadian, dan minat. Menurutnya, kombinasi ketiga aspek ini menjadi fondasi yang sangat kuat bagi masa depan anak. “Hasil asesmen kepribadian ini memberikan peta navigasi yang konkret. Melalui data objektif ini, guru di sekolah dan orang tua di rumah dapat berkolaborasi secara taktis untuk mengasuh, mengarahkan, dan melejitkan potensi bawaan anak secara tepat sasaran, tanpa ada unsur pemaksaan kehendak,” urai Paloma.
Sesi diskusi yang dipimpin oleh M. Teguh Satriyo memicu gelombang antusiasme yang luar biasa dari para orang tua siswa. Ruang aula dipenuhi dengan rentetan pertanyaan kritis dan mendalam dari wali murid yang berkonsultasi langsung mengenai cara membaca hasil rekomendasi tes, cara mengatasi ketidaksesuaian antara keinginan anak dan orang tua, hingga strategi memilih jurusan kuliah di masa depan berdasarkan hasil psikotes tersebut.


Menanggapi antusiasme tersebut, acara ditutup dengan penekanan pada pentingnya sinergi segitiga antara sekolah, siswa, dan orang tua. Baik pihak sekolah maupun Growth Talent Management sepakat bahwa rekomendasi teoretis dari hasil tes Bakat Minat Siswa tidak akan membuahkan hasil optimal tanpa adanya pendampingan emosional yang suportif dan komitmen kerja sama yang konsisten dari orang tua di rumah.
Melalui kesuksesan talkshow ini, SMA Kesatrian 2 Semarang kembali membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga sangat memperhatikan pengembangan karakter, pengenalan jati diri, serta penyiapan masa depan karier seluruh anak didiknya secara profesional.
